3 Macam Jenis Tes Kesuburan Pada Wanita

Ilustrasi Ovulasi Test Strip

Jika kita berbicara tentang tes kesuburan, banyak orang akan lebih tertuju pada kaum adam. Melalui cek sperma permasalahan kesuburan bisa diketahui lebih dalam. Akan tetapi, sebenarnya ovulasi test strip juga dapat dilakukan oleh wanita. Ada beberapa jenis tes kesuburan yang dapat Anda coba untuk memeriksa kesuburan dan kesehatan organ reproduksi.

Laparoskopi

Tes kesuburan pada wanita selain bisa dilakukan dengan cara ovulasi test strip juga dapat melalui prosedur yang lainnya, yaitu  laparoskopi. Dokter akan memasukkan kamera kecil ke dalam perut lewat sebuah sayatan kecil di bagian perut. Lewat kamera ini dokter akan melihat ke seluruh bagian panggul, agar dapat mengetahui apa yang mengakibatkan infertilitas.

Ada berbagai hal yang dapat mengakibatkan ketidaksuburan pada wanita. Misalnya, endometriosis, kista ovarium, dan perlengketan yang diakibatkan oleh penyakit di bagian ovarium dan juga tuba falopi.

Histeroskopi

Histeroskopi ini merupakan sebuah prosedurnya dalam tes kesuburan wanita yang menggunakan alat berupa selang tipis dan fleksibel dengan sebuah  kamera di bagian ujungnya. Alat ini nantinya akan dimasukkan ke dalam rahim agar dapat melihat kondisinya dan mengambil contoh jaringan jika dibutuhkan.

Prosedur histeroskopi juga dapat dimanfaatkan untuk mengetahui penyebab terjadinya pendarahan yang tidak normal pada rahim. Contohnya, perdarahan hebat ketika menstruasi atau perdarahan setelah masa menopause. Histeroskopi juga dapat mendeteksi adanya fibroid, polip, atau kelainan dari bentuk rahim

USG Transvagina

Ovulasi test strip memang sering digunakan sebagai salah satu alat tes kesuburan untuk melakukan test strip. Namun ada salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengetahui kesehatan reproduksi wanita adalah USG transvagina. Prosedurnya yang dilakukan adalah mengambil gambar organ reproduksi memakai alat USG lewat vagina. Pada prosedur ini terdapat beragam organ yang dapat diselisik kondisinya menggunakan alat ini. Mulai dari rahim, indung telur,  tuba fallopi, vagina, hingga leher rahim.

Bukan hanya untuk alasan infertilitas, tes USG transvagina dapat digunakan untuk kondisi yang lainya. Seperti, wanita yang mengalami perdarahan pada vagina, nyeri panggul, kehamilan ektopik, dan memeriksa posisi alat kontrasepsi dalam rahim. Prosedur ini juga bisa membantu mendiagnosis kanker pada organ reproduksi, keguguran, kista, plasenta previa, dan cacat lahir pada janin

Categories:

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published.